Bangkit Dari Keterpurukan, UIN Walisongo Semarang Gelar Perkuliahan Tatap Muka 100% Pasca Pandemi Covid-19
Recover Together, Recover Stronger. Ya, kalimat tersebut sesuai dengan gambaran cita-cita kehidupan yang akan kita capai sekarang ini. Bagaimana tidak, setelah hampir 2 tahun semenjak merebaknya pandemi Covid-19, negara kita terus-menerus berada dalam ambang kegelapan pada kurun tahun 2019 sampai tahun 2021. Berbagai upaya kita lakukan bersama demi memutus rantai penyebaran Covid-19, mulai dari adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala
Besar), PSBB transisi, PPKM (Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat), PPKM Mikro bahkan sampai menerapkan PPKM level
1-4. Tidak hanya itu, pemerintah juga gencar memerintahkan kepada semua lapisan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan cara selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, selalu menjaga jarak (social distancing), dan melakukan semua pekerjaan dari rumah (work from home).
Karena kasus Covid-19 ini, banyak dampak yang ditimbulkan tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Dulu pemerintah sempat meliburkan siswa maupun mahasiswa selama 2 (dua) minggu, namun tanpa terasa semuanya berjalan begitu cepat bahkan berlanjut sampai 2 (dua) tahun lamanya. Sistem pendidikan yang semula bisa dilakukan dengan kondusif melalui tatap muka di kelas harus beralih secara daring (dalam jaringan). Para pelajar dan mahasiswa diharuskan mengikuti kegiatan sekolah maupun perkuliahan secara online baik melalui google meet, zoom maupun aplikasi online penunjang belajar lainnya. Ternyata dengan adanya kebijakan ini, masih saja terdapat kendala yang terjadi. Banyak dari mahasiswa mengeluhkan sistem pembelajaran online dinilai tidak efektif dengan beberapa alasan, salah satunya adalah mahasiswa kurang begitu memahami dan menguasai materi yang disampaikan oleh dosen selama perkuliahan, mereka merasa tidak leluasa untuk berdiskusi dan mengutarakan pendapatnya di kelas. Belum lagi kendala seperti perangkat (handphone atau laptop) yang digunakan oleh mahasiswa yang masih belum memadai serta jaringan seluler yang terkadang tidak bisa diandalkan.
Namun itu dulu, sekarang mengingat kasus Covid-19 kian mereda pada tahun ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Hampir seluruh kampus di Indonesia termasuk UIN Walisongo Semarang sudah menerapkan perkuliahan tatap muka 100% bagi seluruh mahasiswa baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Hal ini terlihat jelas pada kuliah perdana yang dilaksanakan tepatnya tanggal 15 Agustus 2022. Kabar ini tentu saja mendapatkan respon positif dari mahasiswa dan para tenaga pendidik yang selama ini sangat menantikan perkuliahan secara luring (luar jaringan). Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, UIN Walisongo Semarang berhasil mengembalikan suasana perkuliahan yang tertib serta nyaman bagi mahasiswa dengan sarana prasarana yang telah disediakan.
Sumber: Youtube Walisongo TV https://youtu.be/CsPdakx6Mgc
Beranjak dari sini, kita sebagai mahasiswa UIN Walisongo Semarang harus mampu bangkit dari keterpurukan setelah diterpa berbagai peristiwa akibat dari wabah pandemi Covid-19 serta bersemangat menjalani perkuliahan tatap muka dengan penuh sukacita. Mari, bersama UIN Walisongo Semarang kita ciptakan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam memberikan perubahan besar bagi pendidikan di negara kita tercinta.
Info selengkapnya:
#recovertogether
#recoverstronger
#G20
Komentar
Posting Komentar